Halaman

Kamis, 29 Agustus 2013

Stop Overthinking

Pernahkah kamu berharap mempunyai sebuah tombol on/off di otakmu? Pernahkah kamu merasa sangat ingin berteriak "STOP" kepada pikiran-pikiran negatif yang sedang berseliweran? Rasanya seperti tersesat dalam pikiran sendiri dengan berbagai pertanyaan "Duh, kalau X terjadi, gimana ya?" "Kenapa respon dia dingin gitu ya?" "Kenapa saya tidak melakukan hal lain aja sih kemarin?" dan sederet pertanyaan lainnya yang sejenis.

Minggu, 25 Agustus 2013

review buku : Your Journey to be the ULTIMATE U

Review Buku: Your Journey To Be the Ultimate U
Penulis: Rene Suhardono
Penerbit: Kompas

Menurutku, membaca koran di pagi hari rata-rata terasa sama, kecuali pada hari Sabtu pagi. Kenapa? Karena spesial di sabtu pagi akan ada kolom Ultimate U oleh Rene Suhardono. Beliau adalah penulis dengan gaya tulisan bernada seperti bercerita. Biasanya artikelnya selalu diawali dengan kisah kejadian sehari-hari lalu dilanjutkan dengan analisisnya yang menunjukkan sebuah pemikiran atau perenungan dari kejadian yang telah dialaminya.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Tetap memiliki mindset seorang Peneliti, walaupun telah lulus kuliah...

"narAstri, kang asep lagi di Jogja nih. Ntar malem free gak? kita 'culik' kang asep untuk sharing-sharing, yuk". Begitulah kurang lebih inti sms dari teman saya, dihari minggu pagi. Ia mengabarkan bahwa Kang Asep atau yang bernama lengkap Asep Haerul Gani, seorang psikolog, praktisi SDM, hipnoterapis itu sedang berada di Jogja dalam rangka mengikuti summer school di UGM. Sebagai seorang lulusan fakultas psikologi, tentu saja nama Asep Haerul Gani sudah tidak asing lagi bagi saya. Ia termasuk seorang psikolog yang multitalent. Ia berkiprah di dunia psikologi industri organisasi dengan pernah menjadi pengelola SDM di beberapa perusahaan besar dan juga ia menggeluti dunia psikologi klinis dengan melakukan terapi-terapi individual.

Minggu, 18 Agustus 2013

Review buku : Yang Galau Yang Meracau

"Percayalah, kadang-kadang menjadi galau itu perlu!"

Kalimat pembuka dan sedikit terkesan sebagai kalimat pembenaran dari Fahd Djibran dalam bukunya Yang Galau Yang Meracau. Eits tunggu dulu, bagi kamu yang belum membaca buku ini, jangan menjudge bahwa buku ini hanya berisi galauan-galauan cengeng dan labil. Justru menurut saya, buku ini berisi cerita hasil perenungan dalam dari penulisnya. 

Penulis membagi kedalam tiga tema besar yang sering digalaukan oleh anak muda. Yakni mengenai tentang Cinta (tentu saja), lalu tentang Tuhan, dan tema satunya adalah mengenai tentang Setan. 

Review buku : Menikah Untuk Bahagia

There is no such a thing as perfect couple.

Sepengalaman saya, saya belum pernah melihat atau mendengar sepasang dua makhluk adam yang klop sempurna di segala sisinya. Pasti, pasti dan bisa dipastikan mereka pernah mengalami konflik akibat ketidakcocokan. Dulu, saya sering terheran-heran dengan kakak-kakak yang lebih tua saat mereka memutuskan menikah dengan orang yang sebenarnya saya tahu bahwa mereka tidak cocok dibeberapa bagian. Saat itu saya sering berfikir, kenapa sih si kakak itu tidak mencari orang lain aja? Namun, umur yang bertambah telah mengajarkan pada saya bahwa kita tidak akan mungkin menemukan orang yang cocok 100% di tiap sisinya.

Minggu, 11 Agustus 2013

"Ilmu-mu digunakan untuk apa?"

here
Never Ending Learning! Tidak ada kata berhenti untuk belajar. Slogan ini telah sering terdengar di telinga kita. Ajakan yang sangat baik untuk mengingatkan kita agar tidak pernah berhenti belajar walaupun telah lama meninggalkan bangku sekolah. Kata-kata ini mengingatkan kita untuk tetap belajar dimanapun dan di berbagai situasi apa pun. Kata belajar tidak lagi terbatasi oleh tempat (sekola) dan waktu (usia pelajar). Sangat positif! Kata-kata ini sepertinya membantu banyak orang untuk terdorong senantiasa mencari ilmu, secara terus-menerus.

Ya! mencari ilmu terus menerus merupakan hal yang sangat baik. Agama kita pun telah menjanjikan beberapa reward bagi orang-orang yang berilmu. Seperti dinaikkan beberapa derajat, dan lainnya. Hal ini tentu saja menambah semangat tiap orang untuk menuntut ilmu.

We have to Learn International Language, seriously!

photo was taken fr here
Saya akan membuka tulisan ini dengan memberikan 3 pertanyaan :
1. Berapakah usia mu saat ini?
2. Bahasa internasional apa saja yang telah kamu kuasai dengan mahir di usiamu sekarang?
2.Jika masih merasa belum menguasai secara mahir, apakah kamu sudah memberikan usaha terbaikmu untuk mempelajarinya?

Kamis, 01 Agustus 2013

Walk out of the lines

To walk within the lines
Would make my life so boring
I want to know that I
Have been to the extreme
(avril lavigne, anything but ordinary)

Hei, kapan terakhir kali kamu melakukan hal gila? atau hal ekstrim? Suatu kegiatan yang tanpa perencanaan but turns out very successful that made you happy and felt alive. Coba diingat-ingat sekarang. Sudah? Sudah ingat? ayo katakan kapan terakhir kali hal itu terjadi? apakah dalam satu minggu ini, satu bulan atau sudah satu tahun kemarin?

Rabu, 31 Juli 2013

It's The Climb --> Enjoy the Process

"Kepuasan itu terletak pada usaha, bukan hasil. Berusaha keras adalah kemenangan besar." -- Mahatma Gandhi.

Pernahkah kalian merasa sudah berjuang habis-habisan, mengerahkan seluruh tenaga, waktu, pikiran, untuk mencapai sesuatu, namun tetap tidak berhasil? Pernahkah kalian merasa sampai sudah kehabisan akal karena tetap terus menerus gagal mendapatkan yang diingiinkan? Sementara orang lain memandang kita belum melakukan apa pun, karena kita tidak bisa menunjukkan bukti keberhasilan. Hmm Saya pernah. Rasanya waktu itu hampir frustasi. Sampai-sampai ritual berdoa menjadi semacam desakan ke Allah : "Ya Allah, harus bagaimana lagi sih agar Engkau kasihan kepadaku? Apa lagi yang harus kulakukan agar bisa berhasil? Berapa lama lagi sih ya Allah supaya Engkau mau memberi titik terang?"

Masih sedang berusaha untuk "Memaknai arti kata jodoh"

Terkait dengan beberapa tulisan sebelumnya yakni "memaknai arti kata jodoh", maka saya putuskan untuk membaca buku ini. Buku "menikah untuk bahagia" karangan Indra Noveldy dan Nunik Hermawati. 

Pertama kali saat scanning dan skimming buku, saya langsung menemukan quote yang memperkuat diskusi tulisan sebelumnya "memaknai arti kata jodoh". Quote tersebut adalah :  "Soulmate itu diciptakan, bukan ditemukan." 

Memaknai Arti Kata Jodoh (3)

Menyambung tulisan sebelumnya yang pertama dan kedua, saya tiba-tiba kepikiran dengan kalimat yang telah diamini oleh banyak orang mengenai jodoh. Katanya, jodoh ibarat sepasang gembok dan kunci. Different but complete each other. Seseorang akan bertemu pasangannya yang klik. Seperti sebuah anak kunci yang bisa masuk ke gembok. Klik secara sempurna.

Entah mengapa, saya sangsi dengan kalimat tersebut. Adakah pasangan yang benar-benar klik secara sempurna? Adakah pasangan yang cocok di tiap detail aspeknya sehingga tidak lagi perlu usaha untuk mengubah diri atau mengubah pasangan agar mencapai kata 'cocok'.

Selasa, 30 Juli 2013

Memaknai Arti kata jodoh (2)

Masih dari bukunya Fahd Djibran "Perjalanan Rasa". Ia menganalogikan jodoh dengan percakapan yang terhubung di telepon genggam. Mari kita nikmati dahulu ceritanya. 

***

Jodoh barangkali semacam percakapan yang terhubung di telepon genggam. Ada panggilan masuk. Ada panggilan keluar. Ada panggilan tak terjawab. Tetapi toh yang terpenting bukan seberapa banyak kita menelpon, ditelpon atau mendapatkan missed call. Perlu niat untuk melakukan sebuah percakapan, disamping perlu pulsa juga waktu yang cukup.

Memaknai arti kata jodoh (1)

Berikut adalah tulisan Fahd Djibran (@fahdisme) dalam bukunya Perjalanan Rasa. Tulisan ini merupakan salah satu cerita favoritku yang membahas tentang jodoh. Ditulis dengan cara unik, dan berhasil menutup permasalahannya dengan sangat ciamik. Tulisan dibawah ini saya edit, untuk mengambil inti-intinya saja. Jika ingin membaca versi lengkap, silahkan membeli bukunya. Recommended :)


***
-- Mutiara
Aku masih sayang kamu, Dit. Aku masih hapal kebiasaan-kebiasaanmu. Aku masih memperhatikanmu duduk bersama teman-temanmu di kantin kampus, memesan jus alpukat atau jus tomat-dengan-jeruk-nipis. kalau sedang sendirian, aku biasa memerhatikan telepon genggamku : Membaca lagi beberapa pesan darimu yang masih kusimpan - atau berharap namamu muncul lagi di layar dan memanggilku dengan lagu cinta kita berdua. Andai waktu bisa diputar, Dit, aku ingin kembali menarik kata-kataku bahwa aku tak ingin menerimamu lagi. Aku ingin memaafkanmu, memulai lagi kisah kita yang baru: Aku ingin kembali dekat, tetapi semuanya sudah terlambat. 

Hai cinta

photo was taken here

Hai cinta, sudah sejauh ini perjalanan kita. 
Banyak sudut telah kita lewati, dan semuanya diam-diam menyimpan jejak kita. Yang kadang kala melambai, meminta untuk dikenang kembali. Mereka seolah tidak tahan untuk menyimpan kisah itu sendiri. Menuntut untuk mengacak-acak memori. 

Senin, 29 Juli 2013

Ramadhan, let's give our best shot

"Tidak ada yang kebetulan di dunia ini" iya kan? Pasti selalu ada hikmah yang bisa diambil dari jam pelajaran di ruang kelas universitas kehidupan ini. Seperti kejadian kemarin sore, saat membuka twitter, saya membaca tweet seorang teman (@fifi_pramudika) yang mengisahkan her best ramadhan. She wrote that her best ramadhan was in 2010. Ia bener-bener nerapin fastabiqulkhairot bersama temen-temen se pondok KKN. Balapan ngaji, dan tarweh ga pernah absen.