Menyambung tulisan sebelumnya yang pertama dan kedua, saya tiba-tiba kepikiran dengan kalimat yang telah diamini oleh banyak orang mengenai jodoh. Katanya, jodoh ibarat sepasang gembok dan kunci. Different but complete each other. Seseorang akan bertemu pasangannya yang klik. Seperti sebuah anak kunci yang bisa masuk ke gembok. Klik secara sempurna.
Entah mengapa, saya sangsi dengan kalimat tersebut. Adakah pasangan yang benar-benar klik secara sempurna? Adakah pasangan yang cocok di tiap detail aspeknya sehingga tidak lagi perlu usaha untuk mengubah diri atau mengubah pasangan agar mencapai kata 'cocok'.




